Skripsi. Satu kata sederhana tapi begitu berat perjuangannya bagi seorang mahasiswa. Ya, bagi orang lain mungkin skripsi hanya dianggap sebagai salah satu syarat untuk lulus kuliah. Namun tidak demikian halnya bagi mahasiswa tingkat akhir. Skripsi bagaikan tembok besar China yang menghalangi kelulusannya menjadi seorang sarjana. Tak jarang ada yang membuat plesetan jadi “skripshit.”
Dari apa yang pernah saya dengar dari teman-teman, skripsi nampaknya memang menjadi momok yang cukup menakutkan bagi mahasiswa, tak terkecuali saya sendiri. Tak sedikit teman-teman yang mengalami kesulitan saat penulisan skripsi. Mulai judul yang berulang kali ditolak, dosen pembimbing yang tak sesuai harapan, kesulitan akses penelitian, hingga rasa malas yang seolah tak mau pergi.

