Tangan tua itu
begitu cekatan di atas wajan penggorengan. Panasnya minyak goreng tak dirasa,
sesekali peluh mengalir cukup deras di dahinya. Bermacam gorengan dibuatnya
untuk mahasiswa yang mampir di warungnya. Hilir mudik kendaraan yang berlalu di
depan warungnya tak menghalanginya untuk tetap berjualan.
Pak Hadi, begitu
pria setengah baya itu biasa disapa, adalah seorang penjual gorengan yang biasa
mangkal di samping kampus FISIP Unsoed, Purwokerto. Setiap hari ia selalu berjualan
bermacam gorengan di tempat tersebut. Bermacam makanan hingga minuman ia jual.
Mulai dari mendoan, bakwan, pisang goreng, dage, molen, lontong, rokok, dan
bermacam minuman. Menurut beberapa mahasiswa, gorengan di warung pak hadi enak
dan murah harganya. Sehingga, hampir tiap hari selalu ramai dikunjungi pembeli.
