Selasa, 28 Februari 2012

Sepenggal Kisah Penjual Gorengan


Tangan tua itu begitu cekatan di atas wajan penggorengan. Panasnya minyak goreng tak dirasa, sesekali peluh mengalir cukup deras di dahinya. Bermacam gorengan dibuatnya untuk mahasiswa yang mampir di warungnya. Hilir mudik kendaraan yang berlalu di depan warungnya tak menghalanginya untuk tetap berjualan.
Pak Hadi, begitu pria setengah baya itu biasa disapa, adalah seorang penjual gorengan yang biasa mangkal di samping kampus FISIP Unsoed, Purwokerto. Setiap hari ia selalu berjualan bermacam gorengan di tempat tersebut. Bermacam makanan hingga minuman ia jual. Mulai dari mendoan, bakwan, pisang goreng, dage, molen, lontong, rokok, dan bermacam minuman. Menurut beberapa mahasiswa, gorengan di warung pak hadi enak dan murah harganya. Sehingga, hampir tiap hari selalu ramai dikunjungi pembeli.

Rabu, 01 Februari 2012

Ketika Pria Digusur Wanita


                   Pagi hari, kesibukan terlihat di sebuah keluarga. Si ibu sibuk menyiapkan sarapan bagi keluarganya. Lantas tak lupa mengurus keperluan bayi ataupun anaknya yang harus berangkat sekolah. Sang ayah pun sibuk menyiapkan keperluannya menjelang ia berangkat bekerja. Tak ada yang aneh pada suasana ini. Ya, memang tak ada yang aneh. Karena suasana pagi seperti itu dialami oleh sebagian besar keluarga di Indonesia.
                   Tapi bagaimana jika seperti ini. Pagi hari, sang ibu sibuk berdandan dan menyiapkan keperluan dirinya untuk berangkat kerja. Ya, karena pagi-pagi buta ia harus berangkat untuk mencari nafkah sebagai pekerja di pabrik di kotanya.