Sebenarnya
enggan sekali aku bercerita. Kenapa? Karena menurutku, ditulispun siapa yang
baca. Tapi biarlah, siapapun yang membaca tak jadi soal. Bahkan jika hanya
dibaca olehku saja, tak akan aku bersungut memalingkan muka. Menulis itu
masalah rasa, terserah aku yang menulisnya. Ya, karena tulisan ini tak
penting-penting amat, maaf saja bagi yang tak merasa ingin membaca. Akupun
hanya ingin bercerita. Jika ada yang berkenan membaca, silahkan saja.
Rabu, 26 Oktober 2011
Antara Sinema, Wanita dan Hantu Indonesia
Film
sebagai sebuah karya seni merupakan salah satu aset budaya Indonesia. Sebagai
aset budaya yang tergolong industri kreatif sudah barang tentu film harus mampu
merepresentasikan Indonesia. Dalam artian yang seharusnya, mampu menjadi gambaran
positif tentang negeri ini.
Untuk
urusan ini kita bisa belajar dari film Hollywood. Lihatlah, betapa film-film
Hollywood mampu membangun konstruksi pemahaman penontonnya akan Amerika Serikat.
Lihatlah Rambo dan sekuelnya, yang mampu mematahkan persepsi awam perihal
kekalahan AS di Vietnam. Jika mau mencari, banyak sekali ditemukan unsur-unsur
dalam film Hollywood yang menggambarkan betapa hebatnya Amerika Serikat di mata
dunia.
Sabtu, 22 Oktober 2011
Negeri Seribu Pilu
Sejenak
Berhenti, sejenak
Dari penatnya kehidupan
Berhenti, sejenak
Dari lalu-lalang problematika
Berhenti, sejenak
Dari roda ketidakadilan
Just 3 Words
![]() |
| Sumber: http://gaspeb.blogspot.com |
Dan saat itu, seolah getaran jiwa menjadi satu
Merayap melewati serpihan gelora yang menggebu
Kamu, telah menerangi jiwa penatku
Langganan:
Postingan (Atom)


