Rabu, 26 Oktober 2011

Ini Aku


Sebenarnya enggan sekali aku bercerita. Kenapa? Karena menurutku, ditulispun siapa yang baca. Tapi biarlah, siapapun yang membaca tak jadi soal. Bahkan jika hanya dibaca olehku saja, tak akan aku bersungut memalingkan muka. Menulis itu masalah rasa, terserah aku yang menulisnya. Ya, karena tulisan ini tak penting-penting amat, maaf saja bagi yang tak merasa ingin membaca. Akupun hanya ingin bercerita. Jika ada yang berkenan membaca, silahkan saja.
Namaku Adry. Ingat pakai “Y” belakangnya! Terkadang kulontarkan ingatan itu bagi siapa yang berkenalan denganku. Untuk apa? Untuk memperjelas saja. Nama itu pemberian orangtua yang berarti doa. Jadi aku tak ingin orang lain salah menulis namaku, yang jika terjadi tentu itu sungguh telah merubah namaku, meski hanya satu huruf, bisa beda artinya bung.
Aku tak tahu kenapa ayah dan ibuku memberi nama Adry dengan huruf “Y” dibelakang. Aku pun tak pernah menanyakannya. Memang ini tak lazim untuk seorang bocah ingusan seperti aku yang hanya lahir di kampung kecil di sebuah negara bernama Indonesia. Tapi sekali lagi ini masalah selera, mungkin orangtuaku ingin aku berbeda, jadilah mereka mengadopsi gaya penulisan nama di barat dengan memakai huruf “Y”, bukannya huruf “I”. Bagiku sebenarnya tak jadi soal, mau Y ataupun I. Yang penting aku bernama, dan insyaAllah memiliki arti yang baik pula.
Aku bingung mau memulai dari mana tulisan yang sesungguhnya memang tidak penting ini. Karena ini tulisan yang tidak penting, mungkin lebih baik aku memulai dari yang tak penting pula. Tapi setelah dipikir, aku masih saja bingung apa sebenarnya hal tidak penting yang ingin aku ceritakan. Kalau begitu sudahlah, kuakhiri saja. Tapi sebelum itu, aku hanya ingin berkata, ini aku, aku adalah aku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar