Aaah.. lama sekali rasanya tak menulis di blog ini. Bukan rasanya lagi, tapi memang sudah sangat lama, terakhir kutengok tahun 2012 terakhir kali aku post tulisan. Sudah banyak yang berlalu sejak saat itu, dan banyak sekali perubahan yang terjadi. Kuingat-ingat dulu rasanya post terakhir waktu aku masih baru lulus kuliah dari Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto. Kini, 2019, aku ada di kota yang jauhnya sekitar 1700 km dari Purwokerto, di Padang tepatnya. Jauh sekali rupanya.
Hampir satu windu pastinya banyak yang terlewati, mendaftar di PLN di Jogja, diterima, diklat prajabatan, OJT di Belitung, lalu penempatan di Padang, masuk di lingkungan yang sama sekali baru, sampai akhirnya bertemu jodohku disini, di Padang. Menikah dan punya anak, wow rasanya. Cindy namanya, perempuan yang sudah hidup bersama 4 tahun bersamaku. Seperti namanya, beruntung aku memilikinya, dan beruntung juga dia bersamaku, semoga. Qiyara, anakku yang pertama, sangat lucu dan menggemaskan, hampir 3 tahun umurnya. Meski belum lama bisa bicara, tapi ocehan dan celetukannya kadang membuatku tertawa pun terpana, tak percaya itu keluar dari mulutnya.
Tulisan pertama setelah 7 tahun, cukup segini saja dulu, nanti disambung lagi ya. Karena masih banyak yang bisa diceritakan. InshaAllah akan mulai rutin nulis lagi, apa saja. Semoga bisa konsisten. Oya, istriku yang mendorongku untuk mulai nulis lagi, tulisanku bagus katanya, dulu, hehe. Tapi semenjak kerja di PLN jadi tak pernah nulis di blog lagi, lebih banyak nulis urusan kerja. Selain disini, aku juga nulis di kompasiana, cari saja Adry Priyatna. Kalau disana lebih banyak opini, kalau disini, hmmm, mungkin lebih pribadi.
ADRY PRIYATNA
Do You See What I See?
Jumat, 06 September 2019
Selasa, 28 Februari 2012
Sepenggal Kisah Penjual Gorengan
Tangan tua itu
begitu cekatan di atas wajan penggorengan. Panasnya minyak goreng tak dirasa,
sesekali peluh mengalir cukup deras di dahinya. Bermacam gorengan dibuatnya
untuk mahasiswa yang mampir di warungnya. Hilir mudik kendaraan yang berlalu di
depan warungnya tak menghalanginya untuk tetap berjualan.
Pak Hadi, begitu
pria setengah baya itu biasa disapa, adalah seorang penjual gorengan yang biasa
mangkal di samping kampus FISIP Unsoed, Purwokerto. Setiap hari ia selalu berjualan
bermacam gorengan di tempat tersebut. Bermacam makanan hingga minuman ia jual.
Mulai dari mendoan, bakwan, pisang goreng, dage, molen, lontong, rokok, dan
bermacam minuman. Menurut beberapa mahasiswa, gorengan di warung pak hadi enak
dan murah harganya. Sehingga, hampir tiap hari selalu ramai dikunjungi pembeli.
Rabu, 01 Februari 2012
Ketika Pria Digusur Wanita
Pagi hari, kesibukan
terlihat di sebuah keluarga. Si ibu sibuk menyiapkan sarapan bagi keluarganya.
Lantas tak lupa mengurus keperluan bayi ataupun anaknya yang harus berangkat
sekolah. Sang ayah pun sibuk menyiapkan keperluannya menjelang ia berangkat
bekerja. Tak ada yang aneh pada suasana ini. Ya, memang tak ada yang aneh.
Karena suasana pagi seperti itu dialami oleh sebagian besar keluarga di
Indonesia.
Tapi bagaimana jika seperti ini. Pagi hari, sang
ibu sibuk berdandan dan menyiapkan keperluan dirinya untuk berangkat kerja. Ya,
karena pagi-pagi buta ia harus berangkat untuk mencari nafkah sebagai pekerja
di pabrik di kotanya.
Rabu, 18 Januari 2012
Statusmu Adalah Dirimu
![]() |
| (ilustrasi ) |
Dalam dunia
psikologi, salah satu cara untuk mengetahui karakter seseorang adalah dengan
melihat tulisan tangannya. Lewat sejumlah analisis yang akurat, seorang
psikolog bisa tahu karakter yang paling mendekati orang tersebut lewat tulisan
tangannya.
Nah, berhubung
sekarang eranya sudah berubah ke era digital, maka saya tergerak untuk mencoba
menganalisis gaya tulisan orang-orang lewat statusnya di media sosial seperti
facebook dan twitter. Berhubung saya bukan psikolog apalagi paranormal, maka
bila ada hal yang salah ya mohon di maklumi. Tapi bila ternyata ada yang
mendekati atau bahkan sama dengan sifat yang anda miliki, berarti saya cukup
berbakat juga.
Setelah
menjelajahi dunia per-facebook-an dan per-twitter-an di Indonesia, maka
didapatkanlah beberapa macam gaya tulisan orang saat menulis status. Dari
banyaknya status yang bertebaran, saya mencoba merangkum menjadi beberapa macam
saja, seperti berikut ini:
Senin, 02 Januari 2012
Just Write !!
Menulis. Satu kegiatan
yang sebelumnya sama sekali tak pernah saya sangka akan saya sukai. Walaupun
sampai saat ini pun tulisan saya belum sebanyak dan sehebat para pehobi tulis
menulis di luar sana. Tapi setidaknya saya mulai menyukai kegiatan tulis
menulis, dan sedang berusaha mengembangkannya.
Awal mula saya mulai
menyukai dunia tulis menulis justru karena keterpaksaan. Kebetulan waktu itu
salah satu tugas mata kuliah Teori dan Praktikum Penulisan Media Massa mengharuskan
setiap mahasiwa membuat suatu tulisan untuk kemudian dikirim ke salah satu
media massa. Tulisan yang dikirim bisa bertema apa saja, sesuai dengan
spesialisasi media, baik majalah, koran ataupun tabloid. Media massa yang
dituju pun bebas dipilih oleh mahasiswa, bisa yang berskala lokal, maupun
nasional.
Langganan:
Postingan (Atom)

