Menulis. Satu kegiatan
yang sebelumnya sama sekali tak pernah saya sangka akan saya sukai. Walaupun
sampai saat ini pun tulisan saya belum sebanyak dan sehebat para pehobi tulis
menulis di luar sana. Tapi setidaknya saya mulai menyukai kegiatan tulis
menulis, dan sedang berusaha mengembangkannya.
Awal mula saya mulai
menyukai dunia tulis menulis justru karena keterpaksaan. Kebetulan waktu itu
salah satu tugas mata kuliah Teori dan Praktikum Penulisan Media Massa mengharuskan
setiap mahasiwa membuat suatu tulisan untuk kemudian dikirim ke salah satu
media massa. Tulisan yang dikirim bisa bertema apa saja, sesuai dengan
spesialisasi media, baik majalah, koran ataupun tabloid. Media massa yang
dituju pun bebas dipilih oleh mahasiswa, bisa yang berskala lokal, maupun
nasional.
Karena kebetulan saya
menyukai sepakbola, maka diputuskan untuk mengirim sebuah tulisan bertema
sepakbola. Dan media yang saya pilih adalah Tabloid Soccer, yang setiap terbit
rutin menerima tulisan pembaca di rubrik analisisku. Setelah dikirim, saya pun
menunggu tanggal terbit, sekitar dua minggu setelah pengiriman. Tak disangka,
tulisan saya yang berjudul “Lampu Kuning El Barca” dimuat. Saat itulah saya
menemukan suatu pencerahan, ternyata ada yang menghargai tulisan saya. Satu
lagi, saya punya potensi walaupun mungkin hanya sedikit.
Setelah itu, saya mulai
mencari pengalaman untuk mengembangkan kemampuan di bidang tulis menulis.
Kesempatan pertama datang saat menjadi reporter di majalah Kontribusi, sebuah
majalah tematik terbitan Lembaga Penelitian Unsoed. Tugas saya adalah membuat
dua buah artikel mengenai dunia kepariwisataan di Kabupaten Banjarnegara dengan
mewawancarai pejabat di dinas terkait.
Kemudian berlanjut saat
magang di Harian Pagi Radar Banyumas. Disinilah saya benar-benar dituntut untuk
displin, dan bertanggung jawab terhadap tugas yang telah diberikan. Setiap
tulisan yang ditugaskan diberi tenggat waktu alias deadline untuk
pengirimannya. Kebanyakan tulisan yang dibuat bergaya anak muda, karena
mahasiswa magang ditempatkan di desk untuk rubrik yang berkaitan dengan remaja
masa kini.
Tak bisa dipungkiri,
pengalaman diatas sedikit banyak sangat membantu saya dalam penulisan skripsi.
Berkat sedikit pengetahuan dalam tata kelola bahasa penulisan yang saya dapat
dari sedikit pengalaman diatas, penulisan skripsi saya berjalan lancar. Sejak proses
pengajuan judul hingga ujian akhir, tak banyak rintangan ataupun revisi yang
diperlukan.
Awal mula berkenalan
dengan blog pun sedikit berbau keterpaksaan. Itu terjadi saat mata kuliah
Teknologi Komunikasi mewajibkan mahasiswa memilki blog. Jawaban dari soal ujian
akhir harus di posting dalam blog tersebut. Singkat cerita, saya punya blog,
dan selama dua tahun semenjak dibuat, blog ini hanya berisi satu postingan
berupa jawaban ujian akhir mata kuliah yang saya ikuti dulu.
Baru beberapa bulan
ini, saya mulai tergerak untuk mengisi blog ini dengan tulisan. Meskipun
awalnya bingung sebenarnya mau diisi tulisan apa blog ini. Akhirnya saya tulis
apa saja yang saya pikirkan. Mungkin banyak blogger lain yang memiliki motivasi
blognya ingin dikunjungi dan dibaca banyak orang (dengan menggunakan berbagai
cara), tapi saya sendiri tak pernah memikirkan hal itu. Saya menulis bukan
untuk menarik perhatian orang, tapi untuk kepuasan diri sendiri. Jika ada yang
berkenan membaca, tentu saya senang. Tapi tidak pun tak apa. Maka, meski
akhirnya tak ada yang membaca, tak jadi soal. Karena saya hanya menulis apa
yang saya pikirkan dan apa yang bisa saya tulis. So, lets think, and just
write.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar